27 Februari 2009

Cinta ga ma Pekerjaan sekarang?

Sebenarnya Anda sudah menemukan 'tambatan hati' atau masih menunggu sampai ada tawaran lain yang lebih baik?
Untuk setiap pernyataan dibawah, pilih antara Betul atau Salah buat Anda.
  1. Saya senang tiap kali memikirkan pekerjaan.
  2. Saya bersemangat pergi ke kantor tiap hari.
  3. Saya suka bercerita ke teman dan keluarga soal berbagai hail seru yang saya lakukan di kantor
  4. Saya merindukan pekerjaan saat saya jauh darinya untuk waktu yang lama
  5. Segala hal yang baik dari pekerjaan saya tak sebanding dengan beragam hal yang ingin saya ubah darinya.
  6. Terkadang saya terlalu larut dengan pekerjaan sampai-sampai lupa istirahat.
  7. Saya rela melakukan pekerjaan yang sekarang, walau tak digaji sekalipun.
  8. Saat tidak masuk kerja, saya selalu memeriksa email kantor atau menelepon untuk memantau apa yang tengah terjadi.
  9. Saya merasa sangat beruntung punya pekerjaan ini!
  10. Saya lembur karena saya memang ingin bekerja lebih lama lagi
  11. Saya selalu penuh energi saat di kantor
  12. Waktu terasa cepat berlalu saat saya mengerjakan tugas-tugas kantor.
  13. Saya tidak pernah melihat lowongan pekerjaan atau mencari-cari kesempatan baru di luar perusahaan.
  14. Bila kehilangan pekerjaan, bisa jadi saya akan patah hati. Dan, kekecewaan itu bukan semata karena penghasilan yang tak akan lagi saya terima.
  15. Saya bisa, kok, membayangkan diri saya tetap melakukan pekerjaanini selama bertahun-tahun ke depan.


    Berikan diri Anda 1 poin untuk setiap pernyataan yang Anda jawab Benar dan 0 untuk setiap jawaban Salah.
    Bila poin Anda:
    0 : Pekerjaan Anda tidak memberikan apa yang Anda butuhkan untuk menghasilkan perasaan bahagia. Anda sendiri tahu, kok, kalau Anda pantas mendapatkan yang lebih baik. Bukalah mata Anda terhadap semua bidang pekerjaan lain, bukan gak mungkin pekerjaan yang Anda hindari malah dapat memberikan mimpi Anda sekaligus!!!

    1 - 5 : Ada beberapa hal yang Anda sukai dari pekerjaan Anda, tapi bisa jadi hanya untuk sesaat. Bukalah mata lebar-lebar untuk yang lain.

    6 - 10 : Banyak yang Anda sukai dari pekerjaan Anda. Perasaan bahagia akan tetap mengiringi selama beberapa tahun, tapi Anda juga mampu mencari pekerjaan lain yang tetap membuat senang.

    11 - 15 : Ini cinta sejati! Anda dan pekerjaan Anda memang pantas hidup bahagia bersama-sama. Namun, pastikan Anda tidak terlalu larut dalam hubungan ini. Ingatlah untuk sesekali mengambil waktu istirahat sehingga Anda bisa kembali ke pekerjaan dengan lebih banyak hal untuk ditawarkan.

    Sumber: Cosmopolitan Magazine bulan Februari 2009

19 Februari 2009

"Permennya saya lupa makan"

Sebuah cerita mengenai dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.

Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya. Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop..

Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat".

Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.

"Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan. Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

-milis gfreshmag-

13 Februari 2009

Install CINTA_KASIH

IT (IT Support) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
C (Costumer) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstall CINTA_KASIH. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

IT : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
C : Saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang... Apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu ?
IT : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukah anda dimana HATI anda?
C : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif ?

IT : Program apa saya yang sedang aktif ?
C : Sebentar saya lihat dulu. Program yang sedang aktif adalah SAKIT_HATI.exe, MINDER.exe, BENCI.com, dan DENDAM.exe
IT : Tidak apa-apa. CINTA_KASIH akan menghapus SAKIT_HATI.exe dari sistem operasi anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA_KASIH akan menimpa MINDER.exe dengan module yang disebut PERCAYA_DIRI.dll. Tetapi anda harus mematikan DENDAM.exe dan BENCI.com. Karena program tersebut akan mengakibatkan CINTA_KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya ?

C : Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya ?
IT : Dengan senang hati. Gunakan Start Menu dan aktifkan MEMAAFKAN.exe. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.com dan DENDAM.exe terhapus.

C : OK, sudah. CINTA_KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar ?
IT : Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA_KASIH akan terus di-install kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut ?
C : Ya. Apakah sudah selesai ter-install ?
IT : Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menggabungkan HATI yang lain untuk meng-upgrade- nya.

C : Oops. saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan ?
IT : Apa pesannya ?
C : "ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". Apa artinya ?
IT : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya program CINTA_KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA_KASIH"-i HATI anda sendiri sebelum men-"CINTA_KASIH"-i HATI yang lain.

C : Lalu apa yang harus saya lakukan ?
IT : Dapatkah anda klik pull down directory yang disebut "PASRAH" ?
C : Ya, sudah.
IT : Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke directory "MYHEART", MEMAAFKAN_DIRI_ SENDIRI.doc dan MENYADARI_KEKURANGAN.txt, sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.

C : Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.mpg aktif dimonitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.exe dan KEPUASAN.com di-copy ke HATI. Apakah ini wajar ?
IT : Kadang-kadang orang lain mungkin perlu waktu untuk men-download- nya. Jadi CINTA_KASIH telah terinstall dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting, ....

C : Apa ?
IT : CINTA_KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.

C : Pasti.. Terima kasih atas bantuannya.
IT : Semoga anda bisa menerapkannya dalam diri anda dan ke sekitar anda.

06 Februari 2009

Upahmu akan Sangat Besar

Hai guys..
Tentu saja kita semua menginginkan upah kita menjadi lebih besar. Entah upah dalam konotasi 'gaji' atau 'penghasilan' maupun upah dalam artian akibat dari tindakan atau perbuatan kita.
Tetapi untuk mendapatkan hal tersebut setidaknya kita harus memiliki beberapa prinsip. Saya mencoba memberikan sedikit tips:
  1. Milikilah sikap Perubahan. Hidup adalah suatu pergerakan, dan hidup dirangkai dari sekian banyak proses yang terjadi. Orang yang ada di dalam kehidupan itu harus terus maju dan berkembang. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap perubahan. Kita yang siap menghadapi perubahan akan dapat dengan mudah mengikuti perubahan itu. Dan lihat saja..Upahmu akan sangat besar...
  2. Hiduplah dalam Kedisiplinan. Kehidupan memerlukan ritem tertentu. Orang-orang yang mendisiplinkan diri akan dapat membedakan mana hal yang menjadi prioritas dan mana yang bukan. Mana hal yang sekedar pelengkap maupun hal yang merupakan menu utama. Orang-orang dengan sikap disiplin akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan dan cobaan..Dan lihat saja..Upahmu akan sangat besar...
  3. Milikilah Iman dan Kepercayaan. Iman membuatmu dapat melihat kemungkinan dari segala sesuatu yang mustahil, dan kepercayaan dapat menuntunmu menjadi tetap teguh dalam kebenaran prinsip hidup. Orang yang beriman dan memiliki kepercayaan kepada Tuhan akan berkata "Upahku akan sangat besar.."

Raihlah itu di tahun 2009 ini, niscaya kau juga dapat berkata "Upahku akan sangat besar.."

-inspiring moment 5feb09-

03 Februari 2009

Membangun Budaya Positif

"A great civilization is not conquered from without until it has destroyed itself from within. – Sebuah bangsa yang agung tidak dapat terkalahkan kecuali diakibatkan budaya-budaya di dalam masyarakat itu sendiri."Will Durant.

Budaya adalah sesuatu yang mempengaruhi pola kehidupan sekaligus dipengaruhi dinamika masyarakatnya. Sehingga perubahan budaya itu sendiri bersifat statis atau tak dapat kita elakkan. Salah satu contohnya adalah budaya Republik Rakyat Tiongkok yang sudah ikut mewarnai kehidupan dan budaya bangsa Indonesia.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada acara Malam Peringatan 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI dan RRT. Kebetulan saya menjadi salah seorang tamu undangan pada acara yang diselenggarakan pada tanggal 28 Februari 2007 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa selama ini telah terjalin komunikasi lintas etnis antara bangsa Indonesia dan Tionghoa dan sudah mempengaruhi budaya bangsa Indonesia.

Dalam acara pertunjukan budaya yang dimeriahkan oleh artis-artis RRT dan Indonesia serta dihadiri sejumlah pejabat negara dan sekitar 5.000 orang itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tegas menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah terbuka dan mampu menyesuaikan diri lewat komunikasi budaya. Pemerintah RI pun mendukung perubahan tersebut, salah satunya adalah menetapkan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional.

Berbicara tentang ragam budaya yang dinamis dan saling mempengaruhi, sesungguhnya yang terpenting bagi kita adalah mengambil nilai positif dari pengaruh budaya yang ada, terutama di tengah gencarnya pengaruh gaya hidup modern di era globalisasi ini. Sebagaimana seorang ahli sejarah, yaitu Will Durant, menyebutkan bahwa sebuah bangsa yang agung sekalipun dapat hancur akibat budaya bangsa itu sendiri. Sehingga kita harus pandai menyeleksi apakah budaya yang masuk itu menjadikan kita lebih maju ataukah tidak.

Salah satu faktor yang harus kita perhatikan apakah nilai-nilai budaya tersebut membuat kita mampu bersikap saling menghargai? Karena budaya sikap yang membeda-bedakan berdasarkan status, jabatan, pendidikan dan lain sebagainya menjadikan kita sulit mencapai kemajuan. "The way you give your name to others is a measure of how much you like and respect yourself. – Cara Anda menghargai orang lain merupakan tolok ukur seberapa besar cinta dan penghargaan Anda terhadap diri sendiri," kata Brian Tracy. Sikap saling menghargai memungkinkan kita dapat mengesampingkan perbedaan dan sama-sama aktif mengembangkan diri, berkreasi, berinovasi dan mencapai kemandirian.

Selain itu kita dapat melihat kemajuan pesat yang dicapai bangsa Jepang dalam waktu relatif singkat. Salah satu faktor yang menstimulasi kemajuan tersebut adalah kerja keras bangsa Jepang sendiri. Sedangkan mekanisme di negara tersebut bersifat mendukung dan menghargai kerja keras seseorang. Kitapun kemungkinan besar dapat mencapai kemajuan dalam kurun waktu yang cukup cepat jika kita berusaha menyerap dan menerapkan budaya sikap aktif dan kerja keras seperti yang dilakukan oleh bangsa Jepang.

Salah satu budaya positif lain yang mesti kita miliki adalah kesederhanaan, meskipun mungkin kita dapat hidup serba mewah dan modern. Hidup sederhana bukan berarti tidak memanfaatkan segala fasilitas yang memungkinkan kita lebih maju dalam waktu cukup cepat, melainkan hidup hemat, tidak boros atau berlebih-lebihan.Kata Henry David Thoreau, "A man is rich in proportion to the things he can afford to let alone. – Seseorang yang mampu hidup sederhana, maka ia tidak akan pernah merasa kekurangan."

Selain itu kita juga harus memperhatikan apakah budaya yang akan kita ikuti bermanfaat bagi kehidupan dan kemanusiaan? Budaya positif haruslah menumbuhkan empati dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena dunia ini penuh dengan orang-orang yang malang. Bagi diri kita sendiri membudayakan sikap yang penuh empati merupakan sumber semangat untuk terus berupaya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Budaya positif lainnya yang mesti kita serap dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah budaya untuk menjadi subyek bukan sekedar menjadi obyek. Artinya, kita harus terbiasa bersikap aktif dan kreatif menciptakan karya baru yang bernilai jual tinggi. Budaya tersebut tentu saja memerlukan kesadaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, misalnya; senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui kursus, seminar, belajar dari buku dan orang-orang yang sudah berpengalaman dan lain sebagainya.

Sebenarnya masih sangat banyak budaya positif yang sangat bermanfaat untuk membangun kehidupan kita agar menjadi bangsa yang lebih sukses, kuat dan bermartabat. Terlebih di tengah derasnya modernisasi informasi dan serba cepat, kita dapat dengan mudah mengakses budaya-budaya positif dari berbagai macam etnis, suku, atau bangsa lain di seluruh bagian dunia ini. Meskipun mungkin agak sulit memulai, tetapi selama ada kemauan dan kita terus mencoba maka budaya-budaya positif itu lambat laun akan benar-benar menjadi warna kehidupan kita sehari-hari. Michael Jordan mengatakan, "I can accept failure. But I can’t accept not trying. – Saya dapat menerima kegagalan. Tetapi saya tidak dapat menerima jika tidak mencobanya."


sumber: Membangun Budaya Positif By Andrew Ho

27 Januari 2009

Alphabetical for Success



::: ALPHABETICAL FOR SUCCESS:::


A : ACCEPT

Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : BELIEVE

Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

C : CARE

Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

D : DIRECT

Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri

E : EARN

Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik

F : FACE

Hadapi masalah dengan benar dan yakin


G : GO

Berangkatlah dari kebenaran

H : HOMEWORK

Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi

I : IGNORE

Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan

J : JEALOUSLY

Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri

K : KEEP

Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal

L : LEARN

Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya


M : MIND

Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain

N : NEVER

Jangan terlibat skandal, obat terlarang, dan alkohol

O : OBSERVE

Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajarlah dari orang lain

P : PATIENCE

Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha

Q : QUESTION

Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu


R : RESPECT

Hargai diri sendiri dan juga orang lain

S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT

Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang

T : TAKE

Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda

U : UNDERSTAND

Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda


V : VALUE

Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik

W : WORK

Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a

X : X'TRA

Usaha lebih keras membawa keberhasilan

Y : YOU

Anda dapat membuat suatu yang berbeda

Z : ZERO

Usaha nol membawa hasil nol pula


:::Usaha nol membawa hasil nol pula:::

22 Januari 2009

Kisah 3 Musafir


Seorang musafir muda tersesat di padang pasir, berhari-hari tidak makan dan minum. Sedemikian kehausan sehingga berjalan terseok-seok. Sepatu dan pakaiannya sudah rusak, rambutnya kusut masai dan berantakan tertiup angin.

Hampir putus asa, akhirnya bertemu dengan musafir perempuan yang naik kuda dan membawa dua kantung besar air. Dimintanya air barang beberapa teguk pada perempuan itu, namun perempuan itu tak mau memberikan, malah ujarnya “Aku sendiri perlu air ini untuk perjalanan jauhku, jika kau mau kuberikan kamu topi,” seraya mengambil topi lain yang ada di tasnya.

Musafir muda ini menolak pemberian topi, dan bersikeras meminta air. Demikian pula perempuan ini tidak bersedia memberi air dan hanya mau memberi topi. Akhirnya musafir muda ini marah dan pergi.

Dua ratus meter kemudian ia berjalan terseok-seok, akhirnya bertemu dengan musafir laki-laki tua yang naik keledai dengan membawa dua kantung besar air juga. Dimintanya air barang beberapa teguk pada laki-laki tua itu, namun laki-laki tua itu tak mau memberikan, seraya berujar, “Aku sendiri juga perlu air ini untuk perjalanan yang masih jauh, jika kau mau kuberikan kamu sepatu,” katanya sambil mengambil sepatu lain yang ada di tasnya. Musafir muda ini menolak pemberian sepatu itu, dan bersikeras meminta air. Namun laki-laki tua ini tidak bersedia memberi air dan hanya mau memberi topi. Akhirnya musafir muda ini
tambah marah dan pergi.

Selang lima ratus meter dari situ, ia tiba di sebuah oasis besar yang airnya sangat jernih dan teduh. Dengan bergegas ia menuju tepi air untuk mengambil minum. Namun tiba-tiba telah berdiri di depannya dua orang tentara kerajaan yang menjaga oasis itu, sambil berkata

“Dilarang keras mengambil air ini, kecuali kamu memakai topi dan sepatu!”.

Apa moral cerita di atas ? Kadang kita menolak suatu pemberian/ilmu, padahal kita belum tahu di kelak kemudian hari ternyata kita butuhkan pemberian atau ilmu itu.

20 Januari 2009

Sebutir Nasi di piringmu...

Ada email yang kiranya membuat kita bisa mengambil nilai positif nya :

Pu Yao Liu Xia Yi Li Mi
"jangan sisakan sebutir nasi di piringmu...! "

Dikisahkan di sebuah kerajaan kecil, sang raja mempunyai seorang putera yang sangat dimanjakan. merasa sebagai anak semata wayang sekaligus putera mahkota kerajaan, dia tumbuh menjadi remaja yang urakan, tidak tahu sopan santun dan tidak mau menghargai orang lain. Ia bahkan suka melecehkan para pengasuhnya. karena itu, pangeran kecil ini dibenci dan dihindari oleh para pengasuh maupun pegawai istana lainnya.

Walau dibenci dan dijauhi, pangeran kecil ini masih punya satu-satunya sahabat seusianya yang setia kepadanya, yaitu si bocah laki-laki anak dari si juru masak istana. Si bocah tinggal di bangunan kecil jauh di belakang istana kerajaan. Karena dilarang menginjakkan kakinya ke dalam istana, maka sang pangeran kecillah yang biasa datang bermain ke rumahnya si bocah. Suatu hari, pangeran kecil meminta si bocah untuk menemaninya makan siang di ruang makan istana. Bukan menemaninya makan, tetapi berdiri manis menunggui sambil melihat sang pangeran makan. Sesaat sebelum makan, pangeran kecil terlihat menundukkan kepala sambil mulutnya berkomat-kamit seolah sedang berdoa.

Sejenak kemudian, pangeran kecil mulai melahap hidangnya yang tersaji di meja makan. Semua jenis makanan yang enak-enak dan mahal dicicipi. Pangeran bersantap sambil bertingkah seperti orang yang sedang kelaparan dan ingin menghabiskan semua makanan yang di atas meja. Kadang ia hanya mencuil dan mengigit makanannya, lalu memuntahkan dan membuang sisanya di meja. Meja makan jadi berantakan dan sisa-sisa makanan berserakan di mana-mana. Sang pangeran seperti sedang mengolok-olok sahabatnya yang hanya berdiri memandanginya. Tapi bukannya merasa dihina, si bocah kecil itu malah tersenyum-senyum sedari tadi. Pangeran kecil pun jadi tersinggung dan marah melihat kelakuan sahabatnya.

"Hai... apa yang kamu tertawakan? Beraninya kamu tertawa seperti itu di hadapanku? Kamu iri melihat aku makan enak? teriak pangeran kecil itu.

"Tidak, tidak ada apa-apa...," jawab si bocah. "Kalau tidak ada apa-apa, mengapa kamu tertawa? Apanya yang lucu?" tanya sang pangeran sengit.

"Pangeran jangan cepat marah, hamba sungguh senang dan tidak menyangka sama sekali, bahwa seorang pangeran pun ternyata juga berdoa sebelum makan. Apa yang pangeran ucapkan dalam doa tadi?" tanya si bocah. "Walaupun aku seorang pangeran, aku juga orang beragama. Di agamaku sejak kecil diajarkan, supaya setiap hendak makan mengucapkan ¸Ð л (Gan Xie) doa terima kasih kepada Yang Maha Kuasa, atas pemberian makanan yang dihidangkan untukku," jelas sang pangeran dengan bangga.

Si bocah kecil tetap saja tersenyum-senyum. Tapi kali ini ia berani berkata demikian, "Menurut pendapat hamba yang mulia, Rasa syukur dan terima kasih akan lebih berarti bila ditujukan juga kepada orang-orang ynag telah menyediakan semua bahan makanan dan memasak hingga tersaji hidangan di meja ini," kata si bocah. "Lihatlah sisa makanan yang berceceran di piring dan meja itu. Perlu berapa orang untuk membuat itu semua?"

"Apa maksud kata-katamu itu? Aku kan seorang pangeran yang boleh berbuat apa saja sesuai kehendakku.. ." kilah sang pangeran kecil. Si sahabat tiba-tiba menarik tangan sang pangeran dan mengajaknya menuju ke dapur istana. Ia bawa sang pangeran menyaksikan bagaimana juru masak istana dan para pekerja dapur begitu sibuk menyiapkan makanan serta membuat berbagai macam masakan.

Saat mereka berkeliling, dari pintu belakang istana tampak seorang petani sedang membawa sekarung beras sebagai hantaran wajib ke istana. Pangeran kecil menyapa si petani bak seorang raja yang berkuasa. "Hai...Paman. .. Terima kasih atas persembahanmu. Bagaimana panen padi kali ini?" tanya sang pangeran berlagak bijak.

"Panen kali ini buruk sekali. Tuan" jawab si petani ketakutan. "Sudah tiga bulan kami bekerja keras, dari membajak, menanam, mengairi sawah sampai memupuk tanaman, tapi hasilnya sia-sia. Sawah ladang dihancurkan tikus dan hama wereng. Jadi, ampuni kami hanya mampu mempersembahkan sekarung beras ini. Hanya itu yang kami punya. Karena kami pun belum tahu bagaimana memberi makan pada anak istri kami," ujarnya sambil menghela napas panjang.

Mendengar jawaban itu, pangeran kecil tersentak dan baru tersadar. Ternyata rakyatnya sangat menderita dan terancam kelaparan. Sementara dirinya malah menyia-yiakan dan membuang-buang makanan yang begitu berharga. Sang pangeran kecil kemudian lari meninggalkan tempat itu, tingkah laku pangeran kecil berubah total. Ia menjadi anak yang sopan dan mau menghargai orang lain. Setiap kali makan, ia selalu mengingatkan dirinya sendiri,


Pembaca yang budiman.

Sejak kecil kita telah dididik untuk selalu berdoa dan mengucap syukur atas semua berkat yang diberikan Tuhan kepada kita. Mengucap syukur bukan sekedar berdoa, bukan pula sekedar melaksanakan formalitas ritual beragama. Tetapi lebih dari itu, rasa syukur kita harus disertai dengan sikap menghargai dan menghormati orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum butiran nasi yang kita makan sehari-hari mengenyangkan perut kita, betapa banyak kerja dan kegiatan yang mendahuluinya. Bila kita bisa menghargai arti sebutir nasi serta orang-orang yang menghasilkannya, maka dasar pengertian dan kebijaksanaan itu akan melahirkan sikap mental positif dalam kehidupan kita.

Doa dan syukur harus didasarkan pada perbuatan nyata dan pengertian yang benar mengenai apa yang kita lakukan. Jika setiap doa yang kita ajarkan kepada anak-anak kita, disertai dengan pengertian kebijakan untuk menghargai segala usaha dan jerih payah orang lain, serta tidak menyia-yiakan berkah yang sedang kita nikmati, niscaya, mereka kelak akan tumbuh menjadi orang-orang yang luhur budi pekertinya.

Sekali lagi ingat, ketika kita makan : ²» ÒªÁôÏÂÒ»Á£Ã× (Pu Yao Liu Xia Yi Li Mi) "jangan sisakan sebutir nasi di piringmu...!


Succes Is My Right

18 Desember 2008

3 PINTU KEBIJAKSANAAN



Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil dan pintar.Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana

"Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku" Sang Pangeran meminta.

"Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir", ujar Pertapa."Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui3 pintu. Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu. Sekarang pergilah" sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkanperjalanannya.

Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"

"Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran. "Karena di Dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal2 yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku"

Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.
"Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?" Tanya sang Pertapa

"Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat kulakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran

"Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya" dan sang Pertapa menghilang"

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan "UBAHLAH SESAMAMU"

"Ini memang keinginanku" pikirnya. "Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi"

Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.
"Apa yang engkau pelajari kali ini?"

"Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tsb dapat muncul. Sebenarnya di dalam diriku lah segala hal tersebut berakar"

"Engkau benar" Kata sang Pertapa.
"Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri. Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi. Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kautempuh"
Kembali sang Pertapa menghilang.

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"
"Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya" Ia berkata pada dirinya sendiri.

Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.
"Kini apa yang engkau pelajari ?"

"Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan danada yang tidak bisa saya ubah"

"Itu bagus" ujar sang pertapa. "Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semua ini? Kapan saya bisa tenang? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !"

"Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh" Dan iapun menghilang.

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan danmelihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi "TERIMALAH DIRIMU".

Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb."Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya pada dirinya sendiri.

Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya. Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.
Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."

"Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa. "Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua"

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya "TERIMALAH SESAMAMU"

Ia bisa melihat orang2 di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.

Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, "Aku belajar" ujarnya "Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

"Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa, "Sekarang pergilah ke Pintu Pertama"
Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"

"Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri "Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya". Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukkan dan ia ubah. Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.
Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : "Apa yang engkau pelajarisekarang ?"
"Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.
Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

"Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa. "Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun menghilang.
Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian,ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

12 Desember 2008

7 KIAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) DI KANTOR


Emosi adalah hal begitu saja terjadi dalam hidup Anda. Anda menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respon Anda terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada Anda


Membahas soal emosi maka sangat kait eratannya dengan kecerdasan emosi itu sendiri dimana merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres.


Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.


Nah, agar kecerdasan emosional Anda terjaga dengan baik, berikut 7 ketrampilan yang harus Anda perhatikan dan tak ada salahnya Anda coba:


* Mengenali emosi diri

Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.


* Melepaskan emosi negatif

Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.


* Mengelola emosi diri sendiri

Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.


Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya.


Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.


* Memotivasi diri sendiri

Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional--menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati--adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.


* Mengenali emosi orang lain

Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.


* Mengelola emosi orang lain

Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia. Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.


* Memotivasi orang lain

Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.


Jadi, sesungguhnya ketujuh ketrampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain.

11 Desember 2008

Prinsip 90/10

Dapet dari email teman nih..Bagus..

PRINSIP 90/10
oleh: STEPHEN COVEY

Bagaimana prinsip 90/10 itu?
- 10% dari hidup Anda terjadi karena apa yang langsung Anda alami.
- 90% dari hidup Anda ditentukan dari cara Anda bereaksi.

Apa Maksudnya?
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri Anda.
Contohnya: Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule Anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana Anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini. Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya?
Dari cara reaksi Anda !!!. Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi Anda dapat mengontrol reaksi Anda.

Marilah kita lihat contoh di bawah ini:

KONDISI:
Anda makan pagi dengan keluarga Anda. Anak Anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman Anda sehingga pakaian kerja Anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi ???

Reaksi Anda (1):
Anda bentak anak Anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian Anda. Anak Anda akhirnya menangis. Setelah membentak, Anda menoleh ke istri Anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir di ujung meja.
Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak Anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak Anda ketinggalan bis. Istri Anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak Anda ke sekolah. Karena Anda telat, Anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.
Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya Anda sampai di sekolah. Anak Anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.
Setelah tiba di kantor di mana Anda telat 20 menit, Anda baru ingat kalau tas Anda tertinggal di rumah.
Hari kerja Anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran Anda terganggu karena kondisi di rumah. Pada saat tiba di rumah, Anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak Anda.

Mengapa ?
Karena cara Anda bereaksi pada pagi hari.
Mengapa Anda mengalami hari yang buruk ?*
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?
2. Apakah penyebabnya karena anak Anda ?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?
4. Apakah Anda penyebabnya ?
Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah ANDA SENDIRI !!!

Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi.
Cara Anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk Anda.
Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya Anda sikapi.

Reaksi Anda (2): Cairan kopi menyiram baju Anda. Begitu anak Anda akan menangis, Anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya Anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak Anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke Anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri Anda dan mengatakan: "Sampai jumpa makan malam nanti." Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staf Anda. Bos Anda mengomentari semangat dan kecerahan hari Anda di kantor.

Apakah Anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut?
2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.
Mengapa? Ternyata penyebabnya adalah dari cara Anda bereaksi !.
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi Anda sendiri.

Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang Anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi Anda.

Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan Anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan. Bagaimana reaksi Anda jika mobil Anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor? Apakah Anda akan marah? Memukul stir mobil? Memaki-maki? Apakah tekanan darah Anda akan naik cepat?

Siapa yang peduli jika Anda datang telat 10 detik ? Kenapa Anda biarkan kondisi tersebut merusak hari Anda ? Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah Anda akan cepat terselesaikan.
Contoh lain:
- Anda dipecat.
Mengapa Anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir? Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

- Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule Anda. Kenapa Anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi Anda. Gunakan waktu Anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang Anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang Anda sudah tahu prinsip 90/10.
Gunakanlah dalam aktivitas harian Anda dan Anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan. Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Sikapilah segala sesuatu dengan hati yang lemah lembut, selalu positive – thinking, beraksilah secara positif, bukalah hati kita untuk saling mengampuni, dan berikanlah senyummu setiap hari niscaya hidup itu akan terasa indah.