Tampilkan postingan dengan label damai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label damai. Tampilkan semua postingan

13 Februari 2009

Install CINTA_KASIH

IT (IT Support) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
C (Costumer) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstall CINTA_KASIH. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

IT : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
C : Saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang... Apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu ?
IT : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukah anda dimana HATI anda?
C : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif ?

IT : Program apa saya yang sedang aktif ?
C : Sebentar saya lihat dulu. Program yang sedang aktif adalah SAKIT_HATI.exe, MINDER.exe, BENCI.com, dan DENDAM.exe
IT : Tidak apa-apa. CINTA_KASIH akan menghapus SAKIT_HATI.exe dari sistem operasi anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA_KASIH akan menimpa MINDER.exe dengan module yang disebut PERCAYA_DIRI.dll. Tetapi anda harus mematikan DENDAM.exe dan BENCI.com. Karena program tersebut akan mengakibatkan CINTA_KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya ?

C : Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya ?
IT : Dengan senang hati. Gunakan Start Menu dan aktifkan MEMAAFKAN.exe. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.com dan DENDAM.exe terhapus.

C : OK, sudah. CINTA_KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar ?
IT : Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA_KASIH akan terus di-install kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut ?
C : Ya. Apakah sudah selesai ter-install ?
IT : Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menggabungkan HATI yang lain untuk meng-upgrade- nya.

C : Oops. saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan ?
IT : Apa pesannya ?
C : "ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". Apa artinya ?
IT : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya program CINTA_KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA_KASIH"-i HATI anda sendiri sebelum men-"CINTA_KASIH"-i HATI yang lain.

C : Lalu apa yang harus saya lakukan ?
IT : Dapatkah anda klik pull down directory yang disebut "PASRAH" ?
C : Ya, sudah.
IT : Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke directory "MYHEART", MEMAAFKAN_DIRI_ SENDIRI.doc dan MENYADARI_KEKURANGAN.txt, sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.

C : Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.mpg aktif dimonitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.exe dan KEPUASAN.com di-copy ke HATI. Apakah ini wajar ?
IT : Kadang-kadang orang lain mungkin perlu waktu untuk men-download- nya. Jadi CINTA_KASIH telah terinstall dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting, ....

C : Apa ?
IT : CINTA_KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.

C : Pasti.. Terima kasih atas bantuannya.
IT : Semoga anda bisa menerapkannya dalam diri anda dan ke sekitar anda.

18 Desember 2008

3 PINTU KEBIJAKSANAAN



Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil dan pintar.Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana

"Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku" Sang Pangeran meminta.

"Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir", ujar Pertapa."Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui3 pintu. Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu. Sekarang pergilah" sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkanperjalanannya.

Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"

"Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran. "Karena di Dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal2 yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku"

Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.
"Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?" Tanya sang Pertapa

"Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat kulakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran

"Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya" dan sang Pertapa menghilang"

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan "UBAHLAH SESAMAMU"

"Ini memang keinginanku" pikirnya. "Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi"

Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.
"Apa yang engkau pelajari kali ini?"

"Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tsb dapat muncul. Sebenarnya di dalam diriku lah segala hal tersebut berakar"

"Engkau benar" Kata sang Pertapa.
"Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri. Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi. Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kautempuh"
Kembali sang Pertapa menghilang.

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"
"Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya" Ia berkata pada dirinya sendiri.

Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.
"Kini apa yang engkau pelajari ?"

"Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan danada yang tidak bisa saya ubah"

"Itu bagus" ujar sang pertapa. "Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semua ini? Kapan saya bisa tenang? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !"

"Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh" Dan iapun menghilang.

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan danmelihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi "TERIMALAH DIRIMU".

Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb."Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya pada dirinya sendiri.

Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya. Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.
Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."

"Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa. "Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua"

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya "TERIMALAH SESAMAMU"

Ia bisa melihat orang2 di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.

Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, "Aku belajar" ujarnya "Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

"Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa, "Sekarang pergilah ke Pintu Pertama"
Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"

"Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri "Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya". Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukkan dan ia ubah. Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.
Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : "Apa yang engkau pelajarisekarang ?"
"Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.
Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

"Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa. "Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun menghilang.
Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian,ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.