02 Desember 2009

Yang Terbaik

Pada suatu hari seorang anak laki-laki yang memiliki satu kantung penuh kelereng menawarkan kepada seorang gadis yang memiliki satu kantong permen untuk melakukan barter. Gadis itu dengan senang hati menyetujuinya. Tetapi ketika anak laki-laki itu mengeluarkan kelereng-kelerengnya, ia menyadari bahwa ia tidak bisa memberikan beberapa kelereng kesayangannya. Agak curang, ia mengambil tiga kelerengnya yang terbaik dan menyembunyikannya di bawah bantal.


Pertukaran itu pun dilakukan, dan gadis kecil itu tidak pernah tahu bahwa ia dicurangi. Tetapi malam itu ketika gadis kecil ini tidur dengan nyenyak, anak laki-laki itu gelisah. Ia tidak bisa tidur, merenungkan sebuah pertanyaan yang mengganggunya:”Saya jadi bertanya-tanya, apakah ia juga menyembunyikan permennya yang terbaik?”



Seperti anak laki-laki itu, kebanyakan dari kita menjalani kehidupan ini dengan pertanyaan mengganggu, “Apakah Allah telah memberikan yang terbaik kepadaku?” Tetapi pertanyaan yang harus terlebih dulu kita jawab adalah, “Apakah aku memberikan yang terbaik kepada Allah?”

Anda dan saya tidak akan mengalami yang terbaik dari Allah jika kita belum memberikan seluruh hidup kita bagi-Nya. Di manakah Anda saat ini? Apakah Anda telah memberikan kepada Allah segala sesuatu di dalam diri Anda, atau Anda masih menggenggam kelereng-kelereng kesayangan Anda? Jika kita ingin mendapatkan sudut pandang Allah, kita akan mendapati bahwa memberikan segalanya kepada Dia adalah barter yang tidak merugikan.”

Yoh 3:16 “This is how much God loved the world: He gave his Son, his one and only Son. And this is why: so that no one need be destroyed; by believing in him, anyone can have a whole and lasting life.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

28 November 2009

Pencuri kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi.

Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri.

Serta tak jarang kita berprasangka buruk. Orang lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang salah. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu.

Kita sering mengomentari, mencemooh pendapat atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

anonym.

24 Juni 2009

Not me, Boss !!!

Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak. Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.

Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bias tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.


Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.


Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!


Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut "Not me, Boss! Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss!"


Moral kisah :
Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?
Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.

Sumber : Anonymous

14 Mei 2009

Ijinkan Tuham menyelesaikan pekerjaan tangan-Nya

Seorang pelukis terkenal diundang oleh puteri raja ke istananya. Sang puteri yang cantik itu ingin dirinya dilukis dengan indah untuk dipasang di istananya. Dengan tenang pelukis itu membuat sketsa wajah sang puteri raja di atas kanvas. Setelah setengah jam duduk diam di depan pelukis itu, puteri yang manja ini tidak tahan lagi untuk menunggu hasil lukisannya. Dia ingin segera melihat lukisan wajahnya yang indah dan tak mau lagi duduk begitu lama untuk berpose. Ketika melihat lukisan yang setengah jadi itu, ia begitu kecewa dan marah. Yang ada di atas kanvas itu hanyalah coretan-coretan yang sama sekali tidak indah dipandang. Wajahnya yang cantik sama sekali tidak nampak dalam lukisan itu. Maka diusirnya pelukis itu dari istana, tanpa diberi kesempatan untuk melanjutkan karyanya.

Sementara itu sang pelukis merasa sayang dengan karyanya yang setengah jadi. Ia bermaksud meneruskan lukisannya itu sampai selesai. Wajah sang puteri raja masih terbayang jelas dalam ingatannya sehingga ia tak mengalami kesulitan untuk melanjutkan goresan kanvasnya.


Beberapa puluh tahun kemudian puteri raja yang telah menjadi ibu suri itu diundang untuk meresmikan sebuah museum. Di sana dipamerkan sejumlah besar lukisan karya pelukis-pelukis terkenal. Ketika melihat sebuah lukisan besar yang terpampang di tengah museum itu, ia begitu kaget. Lukisan yang amat indah itu adalah gambar dirinya saat masih muda, begitu cantik dan anggun. Ternyata dulu ia telah begitu bodoh terlalu cepat menilai sebuah maha karya yang belum selesai.

Pesan Moral :
Kita seringkali melakukan kebodohan yang sama dengan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Ketika hidup kita dilanda masalah yang hebat, kita segera menyimpulkannya dengan cara yang keliru. Kita ingin segera mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hidup kita, lalu segera kita memikirkan dan menyimpulkan sesuatu agar kita puas dan segala pertanyaan kita terjawab dengan cepat.


Saat Tuhan hendak menyelesaikan pekerjaan tangan-Nya yang maha indah, kita tidak mengijinkan-Nya. Kita menyimpulkan jawaban doa sendiri dan tidak mau menunggu waktu yang begitu lama untuk terus berharap dan meminta pertolongan- Nya.


Jika hari ini Anda merasa tidak puas dengan banyak hal dalam hidup ini, tetaplah setia menunggu waktu-Nya. Karena hidup Anda memang belum selesai! Tuhan seringkali menguji hati kita dengan waktu yang "lama".

30 Maret 2009

Kartu Ucapan yang Menyadarkanku

Hidup ini mudah, berubah itu mudah dan semuanya terasa mudah. Jika saja semua ini benar. Berapa sering kita melihat seseorang yang sukses dalam berbagai aspek kehidupan dan berharap bahwa orang itu adalah kita. Rasanya koq mudah sekali bagi mereka. Tapi, ternyata semua tidak semudah yang dibayangkan. Tapi, apa yang membuatnya berbeda, apa yang membuat kesuksesan orang lain terlihat begitu mudah?

Beberapa saat lalu, saya dihadapkan pada sesuatu yang rasanya seperti membentur tembok keras. Sesudah mengundurkan diri dari perusahaan untuk berpindah ke tempat lain yang lebih bagus, ternyata tempat yang baru tidak sehijau yang seperti dibayangkan semula, bahkan tidak ada satupun rumput yang tumbuh. Apa pun yang saya coba lakukan, saya selalu gagal. Akhirnya, saya mencoba membangun usaha sendiri, dan kembali saya mengalami kegagalan.

Saya mulai merasa ragu atas rasa percaya diri saya; mungkin saya telah membuat satu kesalahan besar. Mungkin, saya sebaiknya kembali saja ke kantor yang lama. Paling tidak, pekerjaan itu terasa lebih aman. Disaat saya sedang berpikir mengenai masa depan, saya menerika sebuah kartu ucapan melalui email dari seorang kawan yang mengetahui perjuangan saya saat ini. Kartu itu berbunyi: "Tetaplah tekun; ketekunan akan membawa hasil disaat semua gagal ".

Saya duduk sambil membaca kartu itu, sekali, dua kali, tiga kali. Apa artinya kata-kata ini buat saya? Apakah kata-kata ini hanya itu, kata-kata, tidak berarti sama sekali? Ketika anda dihadapkan pada masa depan yang tidak pasi, ketika segala yang anda coba selalu gagal, mungkin kata-kata ini ada benarnya juga, lebih dari yang kita sadari.

Mungkin, saya belum menemukan resep yang cocok untuk menjadi sukses. Di sisi lain, mungkin saya menyerah terlalu cepat. Pernah dengar kata-kata: "Bangun dan Isilah kembali". Jika anda belum pernah, bagi saya itu berarti bahwa saya harus mulai bangkit lagi tapi kali ini harus lebih memperhatikan kata-kata "ketekunan akan membawa hasil disaat semua gagal ".

Untuk memperpendek cerita, saya memang kemudian menjadi lebih tekun; ketekunan ditambah dengan kesabaran akan memberikan hasil nyata disertai dengan kesabaran bahwa sesuatu yang baru tidak akan menuai kesuksesan dalam semalam. Lagipula dalam pekerjaan saya dulu, saya telah menginvestasikan pendidikan dan pelatihan yang saya terima selama bertahun-tahun agar dapat meraih kesuksesan. Kenapa kini hal itu menjadi berbeda ketika saya memulai usaha baru?

Kegagalan adalah ketidakmampuan untuk belajar dari kesalahan anda. Keberhasilan adalah kemampuan untuk belajar, menjadi lebih tekun, menjadi lebih tegar guna mencapai tujuan anda. Hidup dapat dipenuhi dengan berbagai kegagalan, tetapi hanya mereka yang tidak memiliki keteguhan hati yang akan menerima kegagalan tersebut.

-gfreshmag-

23 Maret 2009

MOTIVASI

Motivasi merupakan kata kunci yang menentukan apakah impian seseorang bisa tercapai atau tidak. Motivasi bisa diwujudkan dalam dua hal yaitu Rasa Takut dan Impian. Yaps keduanya akan kita coba pelanjari sedikit..

RASA TAKUT
Rasa takut merupakan mekanisme yang alamiah yang biasa dimiliki oleh setiap orang. Hal itu terjadi karena melihat sesuatu yang ada dari luar diri kita yang membuat kita merasa dalam posisi terancam. Rasa takut inilah yang mendorong kita melakukan sesuatu yang lebih dari biasanya sehingga kita kembali menjadi aman.
Contohnya seperti ini: Pada negara-negara dengan 4 musim, musim dingin adalah musim yang paling ekstrim karena semua tumbuhan mati di musim ini. Kelaparan pun tidak jarang terjadi di zaman dahulu. Oleh karena itu, banyak orang mulai berpikir bagaimana cara supaya tidak kelaparan di musim dingin. Dan hasilnya, mereka mulai menyimpan makanan pada musim-musim lain untuk cadangan sewaktu musim dingin. Mereka bekerja dengan lebih keras. Bandingkan dengan orang yang ada di daerah khatulistiwa atau yang tidak mengalami musim dingin ini.

IMPIAN
Impian akan menjadi sumber tenaga yang berasal dari dalam diri seseorang. Impian ini bisa mendorong kita untuk melakukan hal-hal besar bahkan hal-hal yang belum pernah terpikirkan sama sekali oleh orang lain, Contoh: Wright bersaudara yang memimpikan bahwa suatu saat manusia bisa terbang, dan akhirnya mereka menemukan apa yang dinamakan pesawat terbang. Impian dapat mengalahkan akal sehat.

Point yang bisa kita terapkan adalah:
  1. Perkuat impianmu sehingga dapat menjiwai kehidupan sehari-harimu
  2. Buat rencana yang dapat mencapai impianmu
  3. Laksanakan rencana itu :) :)

13 Maret 2009

9 Tips untuk Presentator

1. Kenali tujuan akhir presentasi
Kesempatan tidak datang dua kali, manfaatkan kesempatan sekecil apapun kita anda diberi kesempatan presentasi untuk menyampaikan maksud dan gagasan anda.
2. Kenali audiens anda
Sebelum memulai presentasi, tidak ada salahnya anda berbicara dengan dua tau tiga orang untuk mendapatkan “feeling” tentang kebutuhan audiens, isu yang penting buat mereka serta level pengetahuannya. .
3. Skets presentasi anda
Sebelum memulai presentasi buatlah peta pikiran tentang apa yang anda presentasikan.
4. Perbanyak bahan referensi buat presentasi anda
Intisarikan bahan yang anda dapatkan dengan menggunakan notes (cukup pokok pikiran dan lampirkan dengan data sumber)
5. Berbicaralah dengan efektif
Gunakan kata-kata yang efektif dalam menyampaikan setiap pokok pikiran. Usahakan 40-60 kata menyampaikan gagasan-gagasan penting.
6. Gunakan tempo bicara yang tepat
Berdasarkan survey setiap 10 menit pembicaraan berisi 1600-1800 kata. Tidak ada salahnya anda merekam presentasi anda untuk mempelajari tempo bicara anda apakah udah sesuai, kadangkala bicara yang tidak efektif membuat tempo bicara anda menjadi kecepatan.
7. Bicaralah, jangan membaca
Anda bukan semata-mata mempersiapkan bahan presentasi tetapi anda menyiapkan diri anda untuk presentasi. Jadi pada saat presentasi jangan membaca bahan tapi bicaralah dengan penuh energi, interest dan semangat.
8. Jangan lupa bawa handout presentasi
Dalam situasi yang resmi, copy bahan presentasi perlu dibagikan ke peserta. Hal ini diperlukan agar pokok pikiran yang hendak disampaikan semakin fokus
9. Respons umpan balik yang didapat
Perhatikan setiap detil umpan balik yang diberikan audiens. Lakukan perbaikan yang segera jika memungkinkan, selalu dapatkan atensi dari setiap audiens.


(disadur dari berbagai sumber)

11 Maret 2009

Dilema Parasetamol

Parasetamol merupakan salah satu obat yang paling banyak digunakan di dunia. Ia merupakan obat pilihan untuk meringankan demam dan nyeri, karena dikenal aman. Namun, 10 tahun yang lalu, sudah muncul hipotesis bahwa penggunaan parasetamol bisa meningkatkan risiko terjangkit asma. Digunakannya parasetamol sebagai pengganti aspirin di Amerika Serikat selama 1980-an dikatakan sebagai penyebab meningkatnya prevalensi asma pada anak selama kurun waktu tersebut.

Digantikannya aspirin dengan parasetamol, demikian menurut para peneliti, menyebabkan meningkatnya allergic immune response, serta mudah terjangkitnya anak oleh asma dan gangguan alergi lainnya. Sejak saat itu, sejumlah studi epidemiologis sudah melaporkan adanya kaitan antara asma dan penggunaan parasetamol pada kandungan, pada anak, dan pada orang dewasa. Studi-studi tersebut memberikan kesan bahwa penggunaan parasetamol mungkin merupakan faktor risiko penting berkembangnya asma.

Bukti terbaru yang mendukung hipotesis ini datang dari studi epidemiologis internasional mengenai asma pada anak-anak yang baru-baru ini dimuat dalam jurnal kedokteran The Lancet. Analisis yang dilakukan International Study of Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC) ini melibatkan lebih dari 200 ribu anak yang berusia enam dan tujuh tahun dari 73 pusat penelitian di 31 negara. Orang tua atau wali anak diminta menjawab pertanyaan tertulis mengenai gejala asma, rhinitis, dan eksim yang diketahui dan mengenai beberapa faktor risiko, termasuk penggunaan parasetamol untuk menurunkan demam pada tahun pertama anak, serta frekuensi penggunaan parasetamol selama 12 bulan terakhir.

Studi ini mengidentifikasi bahwa penggunaan parasetamol untuk meringankan demam pada tahun pertama seorang anak ada kaitannya dengan gejala asma pada anak usia enam dan tujuh tahun. Keterkaitan ini tampak di semua kawasan utama di dunia, dengan peningkatan risiko yang diperkirakan sebesar 46 persen setelah disesuaikan dengan faktor-faktor risiko lainnya.
Keterkaitan yang tergantung dosis ini juga teramati antara gejala asma pada usia 6-7 tahun dan penggunaan parasetamol pada 12 bulan sebelumnya. Keterkaitan serupa juga teramati antara penggunaan parasetamol dan risiko timbulnya gejala asma yang berat. Sesuai dengan kalkulasi, proporsi kasus asma yang dapat dikaitkan dengan parasetamol berkisar 22 persen dan 38 persen.

Penggunaan parasetamol baik pada tahun pertama seorang anak maupun pada anak berusia 6-7 tahun juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gejala rhinitis and eksim. Ini mengesankan bahwa efek parasetamol tidak terbatas pada saluran pernapasan saja, tapi juga pada sejumlah sistem organ.

Identifikasi mekanisme yang mungkin mendasari keterkaitan antara parasetamol dan asma (serta gangguan alergi lainnya) tidak termasuk dalam studi ini. Tapi para peneliti lainnya telah mengajukan sejumlah mekanisme yang bisa diterima, terutama berkaitan dengan efek negatif parasetamol terhadap kemampuan tubuh menghadapi stres oksidan dan kemungkinan meningkatnya allergic immune response.

Para peneliti menekankan bahwa hubungan sebab-akibat tidak bisa dipastikan dari studi retrospektif semacam ini, karena berbagai prasangka yang mengacaukan keterkaitan ini. Misalnya, kita mengetahui bahwa infeksi saluran pernapasan karena virus pada bayi, seperti respiratory syncytial virus (RSV), dikaitkan dengan peningkatan risiko asma pada bayi tersebut ketika usia anak meningkat dan bahwa penggunaan parasetamol pada tahun-tahun tersebut bisa mengacaukan studi ini.

Studi ini menyumbang kepada debat mengenai apakah mengobati demam pada anak itu ada manfaatnya, suatu persoalan yang telah dibahas panjang-lebar oleh Fiona Russell dan kolega dalam Bulletin of the World Health Organization. Mereka mengatakan bahwa bukti ilmiah yang ada mengesankan bahwa demam merupakan respons yang universal dan biasanya bermanfaat dalam melawan infeksi; dan menindasnya dalam kebanyakan kasus tidak banyak bukti manfaatnya.

Sebaliknya, demikian menurut mereka, menindas demam terkadang menimbulkan efek yang berbahaya. Mereka menyimpulkan bahwa penggunaan obat secara luas untuk menurunkan demam sebaiknya dihindari. Mereka menganjurkan agar penggunaan obat pada anak sebaiknya dibatasi, dan dilakukan hanya pada situasi demam yang tinggi, ketidaknyamanan yang jelas, atau kondisi yang diketahui menimbulkan kesakitan.

Yang disepakati adalah perlunya uji acak yang terkontrol atas efek jangka panjang penggunaan berulang-ulang parasetamol pada anak-anak. Hanya dengan demikian dapat dikembangkan petunjuk penggunaan berbasis-bukti yang dapat direkomendasikan. Sembari menunggu hasil penelitian tersebut, parasetamol tetap merupakan obat pilihan untuk meringankan nyeri dan demam pada anak, yang harus digunakan sesuai dengan petunjuk Organisasi Kesehatan Sedunia yang menganjurkan dibatasinya penggunaan hanya untuk anak yang diserang demam yang tinggi (38,5 derajat Celsius atau lebih).

Penggunaan aspirin pada anak-anak usia muda tidak dianjurkan karena risiko timbulnya Reye's syndrome, komplikasi yang serius namun jarang terjadi. Parasetamol juga tetap merupakan obat pilihan untuk meringankan nyeri atau demam pada anak atau orang dewasa yang menderita asma, karena aspirin atau obat non-steroidal anti-inflammatory lainnya bisa merangsang serangan asma pada orang yang rentan terhadap kondisi ini.

KORAN TEMPO, Sabtu 7 Maret 2009, hal. A9, judul "Dilema Parasetamol".

10 Maret 2009

Empowering Words


"Big jobs usually go to the men who prove their ability to outgrow small ones."
- Theodore Roosevelt -

"Be faithful in small things because it is in them that your strength lies."
- Mother Teresa -

"Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, ambition inspired, and success achieved."
- Helen Keller -

"Happiness always looks small while you hold it in your hands, but let it go, and you learn at once how big and precious it is."
- Maxim Gorky -

"Nothing can stop the man with the right mental attitude from achieving his goal; nothing on earth can help the man with the wrong mental attitude."
- W. W. Ziege -

"Self pity is our worst enemy and if we yield to it, we can never do anything wise in this world"
- Helen Keller -


"Dua orang tidak bisa menjadi akrab apabila
gagal memaafkan kegagalan kecil."
(Jean De La Bruyere)

"Kalau alat yang Anda miliki hanya palu, Anda akan
terbawa untuk melihat semua persoalan seperti paku."
(Abraham Maslow)

04 Maret 2009

Berhentilah menjadi Gelas

Seorang guru bijak mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.
“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Kemana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata SangGuru.

“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke telaga di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke telaga.”

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke telaga, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan guru, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air telaga itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir telaga. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air telaga, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air telaga yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya,

“Bagaimana rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, telaga ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air telaga ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?” tanya sang guru

“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air telaga sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum..

“Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan pergumulan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah ditakar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia yang terbebas dari masalah dan pergumulan hidup.” Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa `asin’ dari permasalahan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa terbeban dan menderita, berhentilah menjadi gelas. Jadikanlah hatimu menjadi seluas telaga agar kau bisa menikmati hidup”

02 Maret 2009

Hati-Hati dengan makananmu


Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?

1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.
Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda," kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
Pengganti: Jus dingin tanpa gula.*

Sumber : Prevention

27 Februari 2009

Cinta ga ma Pekerjaan sekarang?

Sebenarnya Anda sudah menemukan 'tambatan hati' atau masih menunggu sampai ada tawaran lain yang lebih baik?
Untuk setiap pernyataan dibawah, pilih antara Betul atau Salah buat Anda.
  1. Saya senang tiap kali memikirkan pekerjaan.
  2. Saya bersemangat pergi ke kantor tiap hari.
  3. Saya suka bercerita ke teman dan keluarga soal berbagai hail seru yang saya lakukan di kantor
  4. Saya merindukan pekerjaan saat saya jauh darinya untuk waktu yang lama
  5. Segala hal yang baik dari pekerjaan saya tak sebanding dengan beragam hal yang ingin saya ubah darinya.
  6. Terkadang saya terlalu larut dengan pekerjaan sampai-sampai lupa istirahat.
  7. Saya rela melakukan pekerjaan yang sekarang, walau tak digaji sekalipun.
  8. Saat tidak masuk kerja, saya selalu memeriksa email kantor atau menelepon untuk memantau apa yang tengah terjadi.
  9. Saya merasa sangat beruntung punya pekerjaan ini!
  10. Saya lembur karena saya memang ingin bekerja lebih lama lagi
  11. Saya selalu penuh energi saat di kantor
  12. Waktu terasa cepat berlalu saat saya mengerjakan tugas-tugas kantor.
  13. Saya tidak pernah melihat lowongan pekerjaan atau mencari-cari kesempatan baru di luar perusahaan.
  14. Bila kehilangan pekerjaan, bisa jadi saya akan patah hati. Dan, kekecewaan itu bukan semata karena penghasilan yang tak akan lagi saya terima.
  15. Saya bisa, kok, membayangkan diri saya tetap melakukan pekerjaanini selama bertahun-tahun ke depan.


    Berikan diri Anda 1 poin untuk setiap pernyataan yang Anda jawab Benar dan 0 untuk setiap jawaban Salah.
    Bila poin Anda:
    0 : Pekerjaan Anda tidak memberikan apa yang Anda butuhkan untuk menghasilkan perasaan bahagia. Anda sendiri tahu, kok, kalau Anda pantas mendapatkan yang lebih baik. Bukalah mata Anda terhadap semua bidang pekerjaan lain, bukan gak mungkin pekerjaan yang Anda hindari malah dapat memberikan mimpi Anda sekaligus!!!

    1 - 5 : Ada beberapa hal yang Anda sukai dari pekerjaan Anda, tapi bisa jadi hanya untuk sesaat. Bukalah mata lebar-lebar untuk yang lain.

    6 - 10 : Banyak yang Anda sukai dari pekerjaan Anda. Perasaan bahagia akan tetap mengiringi selama beberapa tahun, tapi Anda juga mampu mencari pekerjaan lain yang tetap membuat senang.

    11 - 15 : Ini cinta sejati! Anda dan pekerjaan Anda memang pantas hidup bahagia bersama-sama. Namun, pastikan Anda tidak terlalu larut dalam hubungan ini. Ingatlah untuk sesekali mengambil waktu istirahat sehingga Anda bisa kembali ke pekerjaan dengan lebih banyak hal untuk ditawarkan.

    Sumber: Cosmopolitan Magazine bulan Februari 2009

19 Februari 2009

"Permennya saya lupa makan"

Sebuah cerita mengenai dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.

Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya. Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop..

Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat".

Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.

"Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan. Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

-milis gfreshmag-

13 Februari 2009

Install CINTA_KASIH

IT (IT Support) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
C (Costumer) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstall CINTA_KASIH. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

IT : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
C : Saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang... Apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu ?
IT : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukah anda dimana HATI anda?
C : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif ?

IT : Program apa saya yang sedang aktif ?
C : Sebentar saya lihat dulu. Program yang sedang aktif adalah SAKIT_HATI.exe, MINDER.exe, BENCI.com, dan DENDAM.exe
IT : Tidak apa-apa. CINTA_KASIH akan menghapus SAKIT_HATI.exe dari sistem operasi anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA_KASIH akan menimpa MINDER.exe dengan module yang disebut PERCAYA_DIRI.dll. Tetapi anda harus mematikan DENDAM.exe dan BENCI.com. Karena program tersebut akan mengakibatkan CINTA_KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya ?

C : Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya ?
IT : Dengan senang hati. Gunakan Start Menu dan aktifkan MEMAAFKAN.exe. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.com dan DENDAM.exe terhapus.

C : OK, sudah. CINTA_KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar ?
IT : Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA_KASIH akan terus di-install kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut ?
C : Ya. Apakah sudah selesai ter-install ?
IT : Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menggabungkan HATI yang lain untuk meng-upgrade- nya.

C : Oops. saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan ?
IT : Apa pesannya ?
C : "ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". Apa artinya ?
IT : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya program CINTA_KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA_KASIH"-i HATI anda sendiri sebelum men-"CINTA_KASIH"-i HATI yang lain.

C : Lalu apa yang harus saya lakukan ?
IT : Dapatkah anda klik pull down directory yang disebut "PASRAH" ?
C : Ya, sudah.
IT : Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke directory "MYHEART", MEMAAFKAN_DIRI_ SENDIRI.doc dan MENYADARI_KEKURANGAN.txt, sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.

C : Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.mpg aktif dimonitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.exe dan KEPUASAN.com di-copy ke HATI. Apakah ini wajar ?
IT : Kadang-kadang orang lain mungkin perlu waktu untuk men-download- nya. Jadi CINTA_KASIH telah terinstall dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting, ....

C : Apa ?
IT : CINTA_KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.

C : Pasti.. Terima kasih atas bantuannya.
IT : Semoga anda bisa menerapkannya dalam diri anda dan ke sekitar anda.

06 Februari 2009

Upahmu akan Sangat Besar

Hai guys..
Tentu saja kita semua menginginkan upah kita menjadi lebih besar. Entah upah dalam konotasi 'gaji' atau 'penghasilan' maupun upah dalam artian akibat dari tindakan atau perbuatan kita.
Tetapi untuk mendapatkan hal tersebut setidaknya kita harus memiliki beberapa prinsip. Saya mencoba memberikan sedikit tips:
  1. Milikilah sikap Perubahan. Hidup adalah suatu pergerakan, dan hidup dirangkai dari sekian banyak proses yang terjadi. Orang yang ada di dalam kehidupan itu harus terus maju dan berkembang. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap perubahan. Kita yang siap menghadapi perubahan akan dapat dengan mudah mengikuti perubahan itu. Dan lihat saja..Upahmu akan sangat besar...
  2. Hiduplah dalam Kedisiplinan. Kehidupan memerlukan ritem tertentu. Orang-orang yang mendisiplinkan diri akan dapat membedakan mana hal yang menjadi prioritas dan mana yang bukan. Mana hal yang sekedar pelengkap maupun hal yang merupakan menu utama. Orang-orang dengan sikap disiplin akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan dan cobaan..Dan lihat saja..Upahmu akan sangat besar...
  3. Milikilah Iman dan Kepercayaan. Iman membuatmu dapat melihat kemungkinan dari segala sesuatu yang mustahil, dan kepercayaan dapat menuntunmu menjadi tetap teguh dalam kebenaran prinsip hidup. Orang yang beriman dan memiliki kepercayaan kepada Tuhan akan berkata "Upahku akan sangat besar.."

Raihlah itu di tahun 2009 ini, niscaya kau juga dapat berkata "Upahku akan sangat besar.."

-inspiring moment 5feb09-

03 Februari 2009

Membangun Budaya Positif

"A great civilization is not conquered from without until it has destroyed itself from within. – Sebuah bangsa yang agung tidak dapat terkalahkan kecuali diakibatkan budaya-budaya di dalam masyarakat itu sendiri."Will Durant.

Budaya adalah sesuatu yang mempengaruhi pola kehidupan sekaligus dipengaruhi dinamika masyarakatnya. Sehingga perubahan budaya itu sendiri bersifat statis atau tak dapat kita elakkan. Salah satu contohnya adalah budaya Republik Rakyat Tiongkok yang sudah ikut mewarnai kehidupan dan budaya bangsa Indonesia.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada acara Malam Peringatan 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI dan RRT. Kebetulan saya menjadi salah seorang tamu undangan pada acara yang diselenggarakan pada tanggal 28 Februari 2007 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa selama ini telah terjalin komunikasi lintas etnis antara bangsa Indonesia dan Tionghoa dan sudah mempengaruhi budaya bangsa Indonesia.

Dalam acara pertunjukan budaya yang dimeriahkan oleh artis-artis RRT dan Indonesia serta dihadiri sejumlah pejabat negara dan sekitar 5.000 orang itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tegas menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah terbuka dan mampu menyesuaikan diri lewat komunikasi budaya. Pemerintah RI pun mendukung perubahan tersebut, salah satunya adalah menetapkan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional.

Berbicara tentang ragam budaya yang dinamis dan saling mempengaruhi, sesungguhnya yang terpenting bagi kita adalah mengambil nilai positif dari pengaruh budaya yang ada, terutama di tengah gencarnya pengaruh gaya hidup modern di era globalisasi ini. Sebagaimana seorang ahli sejarah, yaitu Will Durant, menyebutkan bahwa sebuah bangsa yang agung sekalipun dapat hancur akibat budaya bangsa itu sendiri. Sehingga kita harus pandai menyeleksi apakah budaya yang masuk itu menjadikan kita lebih maju ataukah tidak.

Salah satu faktor yang harus kita perhatikan apakah nilai-nilai budaya tersebut membuat kita mampu bersikap saling menghargai? Karena budaya sikap yang membeda-bedakan berdasarkan status, jabatan, pendidikan dan lain sebagainya menjadikan kita sulit mencapai kemajuan. "The way you give your name to others is a measure of how much you like and respect yourself. – Cara Anda menghargai orang lain merupakan tolok ukur seberapa besar cinta dan penghargaan Anda terhadap diri sendiri," kata Brian Tracy. Sikap saling menghargai memungkinkan kita dapat mengesampingkan perbedaan dan sama-sama aktif mengembangkan diri, berkreasi, berinovasi dan mencapai kemandirian.

Selain itu kita dapat melihat kemajuan pesat yang dicapai bangsa Jepang dalam waktu relatif singkat. Salah satu faktor yang menstimulasi kemajuan tersebut adalah kerja keras bangsa Jepang sendiri. Sedangkan mekanisme di negara tersebut bersifat mendukung dan menghargai kerja keras seseorang. Kitapun kemungkinan besar dapat mencapai kemajuan dalam kurun waktu yang cukup cepat jika kita berusaha menyerap dan menerapkan budaya sikap aktif dan kerja keras seperti yang dilakukan oleh bangsa Jepang.

Salah satu budaya positif lain yang mesti kita miliki adalah kesederhanaan, meskipun mungkin kita dapat hidup serba mewah dan modern. Hidup sederhana bukan berarti tidak memanfaatkan segala fasilitas yang memungkinkan kita lebih maju dalam waktu cukup cepat, melainkan hidup hemat, tidak boros atau berlebih-lebihan.Kata Henry David Thoreau, "A man is rich in proportion to the things he can afford to let alone. – Seseorang yang mampu hidup sederhana, maka ia tidak akan pernah merasa kekurangan."

Selain itu kita juga harus memperhatikan apakah budaya yang akan kita ikuti bermanfaat bagi kehidupan dan kemanusiaan? Budaya positif haruslah menumbuhkan empati dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena dunia ini penuh dengan orang-orang yang malang. Bagi diri kita sendiri membudayakan sikap yang penuh empati merupakan sumber semangat untuk terus berupaya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Budaya positif lainnya yang mesti kita serap dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah budaya untuk menjadi subyek bukan sekedar menjadi obyek. Artinya, kita harus terbiasa bersikap aktif dan kreatif menciptakan karya baru yang bernilai jual tinggi. Budaya tersebut tentu saja memerlukan kesadaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, misalnya; senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui kursus, seminar, belajar dari buku dan orang-orang yang sudah berpengalaman dan lain sebagainya.

Sebenarnya masih sangat banyak budaya positif yang sangat bermanfaat untuk membangun kehidupan kita agar menjadi bangsa yang lebih sukses, kuat dan bermartabat. Terlebih di tengah derasnya modernisasi informasi dan serba cepat, kita dapat dengan mudah mengakses budaya-budaya positif dari berbagai macam etnis, suku, atau bangsa lain di seluruh bagian dunia ini. Meskipun mungkin agak sulit memulai, tetapi selama ada kemauan dan kita terus mencoba maka budaya-budaya positif itu lambat laun akan benar-benar menjadi warna kehidupan kita sehari-hari. Michael Jordan mengatakan, "I can accept failure. But I can’t accept not trying. – Saya dapat menerima kegagalan. Tetapi saya tidak dapat menerima jika tidak mencobanya."


sumber: Membangun Budaya Positif By Andrew Ho

27 Januari 2009

Alphabetical for Success



::: ALPHABETICAL FOR SUCCESS:::


A : ACCEPT

Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : BELIEVE

Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

C : CARE

Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

D : DIRECT

Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri

E : EARN

Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik

F : FACE

Hadapi masalah dengan benar dan yakin


G : GO

Berangkatlah dari kebenaran

H : HOMEWORK

Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi

I : IGNORE

Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan

J : JEALOUSLY

Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri

K : KEEP

Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal

L : LEARN

Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya


M : MIND

Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain

N : NEVER

Jangan terlibat skandal, obat terlarang, dan alkohol

O : OBSERVE

Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajarlah dari orang lain

P : PATIENCE

Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha

Q : QUESTION

Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu


R : RESPECT

Hargai diri sendiri dan juga orang lain

S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT

Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang

T : TAKE

Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda

U : UNDERSTAND

Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda


V : VALUE

Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik

W : WORK

Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a

X : X'TRA

Usaha lebih keras membawa keberhasilan

Y : YOU

Anda dapat membuat suatu yang berbeda

Z : ZERO

Usaha nol membawa hasil nol pula


:::Usaha nol membawa hasil nol pula:::

22 Januari 2009

Kisah 3 Musafir


Seorang musafir muda tersesat di padang pasir, berhari-hari tidak makan dan minum. Sedemikian kehausan sehingga berjalan terseok-seok. Sepatu dan pakaiannya sudah rusak, rambutnya kusut masai dan berantakan tertiup angin.

Hampir putus asa, akhirnya bertemu dengan musafir perempuan yang naik kuda dan membawa dua kantung besar air. Dimintanya air barang beberapa teguk pada perempuan itu, namun perempuan itu tak mau memberikan, malah ujarnya “Aku sendiri perlu air ini untuk perjalanan jauhku, jika kau mau kuberikan kamu topi,” seraya mengambil topi lain yang ada di tasnya.

Musafir muda ini menolak pemberian topi, dan bersikeras meminta air. Demikian pula perempuan ini tidak bersedia memberi air dan hanya mau memberi topi. Akhirnya musafir muda ini marah dan pergi.

Dua ratus meter kemudian ia berjalan terseok-seok, akhirnya bertemu dengan musafir laki-laki tua yang naik keledai dengan membawa dua kantung besar air juga. Dimintanya air barang beberapa teguk pada laki-laki tua itu, namun laki-laki tua itu tak mau memberikan, seraya berujar, “Aku sendiri juga perlu air ini untuk perjalanan yang masih jauh, jika kau mau kuberikan kamu sepatu,” katanya sambil mengambil sepatu lain yang ada di tasnya. Musafir muda ini menolak pemberian sepatu itu, dan bersikeras meminta air. Namun laki-laki tua ini tidak bersedia memberi air dan hanya mau memberi topi. Akhirnya musafir muda ini
tambah marah dan pergi.

Selang lima ratus meter dari situ, ia tiba di sebuah oasis besar yang airnya sangat jernih dan teduh. Dengan bergegas ia menuju tepi air untuk mengambil minum. Namun tiba-tiba telah berdiri di depannya dua orang tentara kerajaan yang menjaga oasis itu, sambil berkata

“Dilarang keras mengambil air ini, kecuali kamu memakai topi dan sepatu!”.

Apa moral cerita di atas ? Kadang kita menolak suatu pemberian/ilmu, padahal kita belum tahu di kelak kemudian hari ternyata kita butuhkan pemberian atau ilmu itu.

20 Januari 2009

Sebutir Nasi di piringmu...

Ada email yang kiranya membuat kita bisa mengambil nilai positif nya :

Pu Yao Liu Xia Yi Li Mi
"jangan sisakan sebutir nasi di piringmu...! "

Dikisahkan di sebuah kerajaan kecil, sang raja mempunyai seorang putera yang sangat dimanjakan. merasa sebagai anak semata wayang sekaligus putera mahkota kerajaan, dia tumbuh menjadi remaja yang urakan, tidak tahu sopan santun dan tidak mau menghargai orang lain. Ia bahkan suka melecehkan para pengasuhnya. karena itu, pangeran kecil ini dibenci dan dihindari oleh para pengasuh maupun pegawai istana lainnya.

Walau dibenci dan dijauhi, pangeran kecil ini masih punya satu-satunya sahabat seusianya yang setia kepadanya, yaitu si bocah laki-laki anak dari si juru masak istana. Si bocah tinggal di bangunan kecil jauh di belakang istana kerajaan. Karena dilarang menginjakkan kakinya ke dalam istana, maka sang pangeran kecillah yang biasa datang bermain ke rumahnya si bocah. Suatu hari, pangeran kecil meminta si bocah untuk menemaninya makan siang di ruang makan istana. Bukan menemaninya makan, tetapi berdiri manis menunggui sambil melihat sang pangeran makan. Sesaat sebelum makan, pangeran kecil terlihat menundukkan kepala sambil mulutnya berkomat-kamit seolah sedang berdoa.

Sejenak kemudian, pangeran kecil mulai melahap hidangnya yang tersaji di meja makan. Semua jenis makanan yang enak-enak dan mahal dicicipi. Pangeran bersantap sambil bertingkah seperti orang yang sedang kelaparan dan ingin menghabiskan semua makanan yang di atas meja. Kadang ia hanya mencuil dan mengigit makanannya, lalu memuntahkan dan membuang sisanya di meja. Meja makan jadi berantakan dan sisa-sisa makanan berserakan di mana-mana. Sang pangeran seperti sedang mengolok-olok sahabatnya yang hanya berdiri memandanginya. Tapi bukannya merasa dihina, si bocah kecil itu malah tersenyum-senyum sedari tadi. Pangeran kecil pun jadi tersinggung dan marah melihat kelakuan sahabatnya.

"Hai... apa yang kamu tertawakan? Beraninya kamu tertawa seperti itu di hadapanku? Kamu iri melihat aku makan enak? teriak pangeran kecil itu.

"Tidak, tidak ada apa-apa...," jawab si bocah. "Kalau tidak ada apa-apa, mengapa kamu tertawa? Apanya yang lucu?" tanya sang pangeran sengit.

"Pangeran jangan cepat marah, hamba sungguh senang dan tidak menyangka sama sekali, bahwa seorang pangeran pun ternyata juga berdoa sebelum makan. Apa yang pangeran ucapkan dalam doa tadi?" tanya si bocah. "Walaupun aku seorang pangeran, aku juga orang beragama. Di agamaku sejak kecil diajarkan, supaya setiap hendak makan mengucapkan ¸Ð л (Gan Xie) doa terima kasih kepada Yang Maha Kuasa, atas pemberian makanan yang dihidangkan untukku," jelas sang pangeran dengan bangga.

Si bocah kecil tetap saja tersenyum-senyum. Tapi kali ini ia berani berkata demikian, "Menurut pendapat hamba yang mulia, Rasa syukur dan terima kasih akan lebih berarti bila ditujukan juga kepada orang-orang ynag telah menyediakan semua bahan makanan dan memasak hingga tersaji hidangan di meja ini," kata si bocah. "Lihatlah sisa makanan yang berceceran di piring dan meja itu. Perlu berapa orang untuk membuat itu semua?"

"Apa maksud kata-katamu itu? Aku kan seorang pangeran yang boleh berbuat apa saja sesuai kehendakku.. ." kilah sang pangeran kecil. Si sahabat tiba-tiba menarik tangan sang pangeran dan mengajaknya menuju ke dapur istana. Ia bawa sang pangeran menyaksikan bagaimana juru masak istana dan para pekerja dapur begitu sibuk menyiapkan makanan serta membuat berbagai macam masakan.

Saat mereka berkeliling, dari pintu belakang istana tampak seorang petani sedang membawa sekarung beras sebagai hantaran wajib ke istana. Pangeran kecil menyapa si petani bak seorang raja yang berkuasa. "Hai...Paman. .. Terima kasih atas persembahanmu. Bagaimana panen padi kali ini?" tanya sang pangeran berlagak bijak.

"Panen kali ini buruk sekali. Tuan" jawab si petani ketakutan. "Sudah tiga bulan kami bekerja keras, dari membajak, menanam, mengairi sawah sampai memupuk tanaman, tapi hasilnya sia-sia. Sawah ladang dihancurkan tikus dan hama wereng. Jadi, ampuni kami hanya mampu mempersembahkan sekarung beras ini. Hanya itu yang kami punya. Karena kami pun belum tahu bagaimana memberi makan pada anak istri kami," ujarnya sambil menghela napas panjang.

Mendengar jawaban itu, pangeran kecil tersentak dan baru tersadar. Ternyata rakyatnya sangat menderita dan terancam kelaparan. Sementara dirinya malah menyia-yiakan dan membuang-buang makanan yang begitu berharga. Sang pangeran kecil kemudian lari meninggalkan tempat itu, tingkah laku pangeran kecil berubah total. Ia menjadi anak yang sopan dan mau menghargai orang lain. Setiap kali makan, ia selalu mengingatkan dirinya sendiri,


Pembaca yang budiman.

Sejak kecil kita telah dididik untuk selalu berdoa dan mengucap syukur atas semua berkat yang diberikan Tuhan kepada kita. Mengucap syukur bukan sekedar berdoa, bukan pula sekedar melaksanakan formalitas ritual beragama. Tetapi lebih dari itu, rasa syukur kita harus disertai dengan sikap menghargai dan menghormati orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum butiran nasi yang kita makan sehari-hari mengenyangkan perut kita, betapa banyak kerja dan kegiatan yang mendahuluinya. Bila kita bisa menghargai arti sebutir nasi serta orang-orang yang menghasilkannya, maka dasar pengertian dan kebijaksanaan itu akan melahirkan sikap mental positif dalam kehidupan kita.

Doa dan syukur harus didasarkan pada perbuatan nyata dan pengertian yang benar mengenai apa yang kita lakukan. Jika setiap doa yang kita ajarkan kepada anak-anak kita, disertai dengan pengertian kebijakan untuk menghargai segala usaha dan jerih payah orang lain, serta tidak menyia-yiakan berkah yang sedang kita nikmati, niscaya, mereka kelak akan tumbuh menjadi orang-orang yang luhur budi pekertinya.

Sekali lagi ingat, ketika kita makan : ²» ÒªÁôÏÂÒ»Á£Ã× (Pu Yao Liu Xia Yi Li Mi) "jangan sisakan sebutir nasi di piringmu...!


Succes Is My Right